Penggunaan model interaksi dapat
membantu kita memahami proses interaksi dan mengidentifikasi hal-hal yang dapat
menyebabkan kegagalan.
Beberapa model dalam sistem
interaksi, yang dimaksud dengan model disini adalah model yang dapat dikategorikan menurut jenis, dimensi,
fungsi, tujuan pokok pengkajian atau derajad keabstrakannya. Terdapat 3 model
yaitu sebagai berikut :
1. Model Ikonik
Model ikonik adalah perwakilan fisik
dari beberapa hal baik dalam bentuk ideal ataupun dalam skala yang
berbeda.Model ikonik mempunyai karakteristik yang sama dengan hal yang
diwakili, dan terutama amat sesuai untuk menerangkan kejadian pada waktu yang
spesifik. Model ikonik dapat berdimensi dua (foto, peta, cetak biru) atau tiga
dimensi (prototip mesin, alat).
2. Model Analog (Model Diagramatik)
Model analog, yaitu keadaan berubah
menurut waktu. model ini lebih sering dipakai daripada model ikonik karena
kemampuannya untuk mengetengahkan karakteristik dari kejadian yang dikaji.
Model analog banyak berkesusuaian dengan penjabaran hubungan kuantitatif antara
sifat dan klas-klas yang berbeda. Dengan melalui transformasi sifat menjadi
analognya, maka kemampuanmembuat perubahan dapat ditingkatkan.